Al-Ghuraba'
Assalamualaikum sahabat-sahabat seperjuanganku. Allahu Akbar.
Sungguh lama saya tidak mengupdate blog, menyepi terus dari dunia blogger.
Kadangkala leka, masyaAllah. Namun alhamdulillah ada yang mengingatkan,
fazakkir fainnazzikra tanfa'ul mukminin. InsyaAllah kali ini saya ingin membuat
sedikit perkongsian ilmu tentang GHURABA' dan saya juga bawakan contoh seperti
pembantaian terhadap dakwah Ikhwanul Muslimin di Mesir.
Sahabat seperjuangan, ghuraba' bereti orang dagang, orang yang asing lagi
terpinggir. Ghuraba' adalah terdiri daripada pemuda-pemudi yang menjadikan Allah
tujuan hidup mereka, Rasul menjadi ikutan mereka dan Alkitab (Al-Qur'an dan
sunnah) sebagai pegangan mereka.
Mereka tidak sedikitpun rasa gentar terhadap sebarang ancaman yang datang dari
mulut-mulut dan tangan-tangan manusia yang hina lagi zalim.
Mereka juga yakin dengan apa yang mereka bawakan sehingga tahap keyakinan
mereka itu menyebabkan mereka rela korbankan segala-gala yang ada dalam diri
mereka termasuk nyawa dan harta demi Islam yang amat mereka kasihi ini.
Subhanallah!!
Daripada Saidina Abdullah Ibnu Mas'ud Rhadiyallahu 'Anhu, ditanya kepada Rasulullah ShallaLlahu 'Alaihi wa Sallam: "Wahai Rasulullah, siapakah
orang-orang yang asing itu?" Baginda menjawab, "al-ghuraba ialah kaum yang
sedikit yang berada dalam lingkungan kebanyakan manusia jahat dan orang yang
menentang/memusuhinya lebih ramai daripada orang yang mentaatinya/mengikutinya."
Begitu sedikit saudara-saudari dalam kalangan kita (termasuk diri saya sendiri)
yang benar-benar sabar dan tsabat (setia) kepada jalan ini (fisabilillah)
seandainya dihujani dengan macam-macam tribulasi (ujian/mehnah). Antara
tribulasi tersebut termasuklah di pinggirkan, dihina, diugut, dikeji bahkan
ada dalam kalangan al-guraba ini terbunuh. Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam surah Al-Ahzab
ayat 23 yang bermaksud:
"Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah
mereka janjikan kepada Allah, maka ada antara mereka yang gugur. Dan di antara
mereka ada yang menunggu-nunggu dan mereka sedikitpun tidak merubah janjinya."
Sebagai contoh terbaik. Sejarah Ikhwanul Muslimin di Mesir bermula di mana
pelbagai mehnah dihadapi sama ada dalam bentuk fizikal (yang boleh kita nampak
: penderaan dan pembunuhan) dan mental (seperti dimalukan/seksual/diaibkan/fitnah dsb) terhadap penggerak-pengerak IM itu sendiri.
As-Syahid Imam Hassan Al-Banna menjadi contoh ghuraba' yang terbaik di mana
beliau tetap mempertahankan apa yang beliau bawa walaupun anak-anak buahnya
kesemuanya masuk ke penjara oleh Rejim yang tolol lagi hina sedangkan beliau
dibiarkan "bebas" yang akhirnya "kebebasan" beliau membawa
kepada kesyahidannya.
IM diharamkan, pemimpin-pemimpin dihukum gantung, pengikut-pengikut ditahan dan
diseksa tanpa belas dan mereka ini dihina dan digelar sebagai penjahat dan
teroris. Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam surah Al-Maidah aya 54:
"Mereka berjihad pada jalan Allah dan tidak takut kepada celaaan (orang-orang
yang suka mencela)." La yakhafuuna laumatal laim!
Celaan dan hinaan serta penyiksaan yang paling mereka (al-ghuraba') takuti
adalah Celaan dan hinaan serta penyiksaan yang datang dari Tuhan Maha Pencipta. Mereka tidak takut kepada sebarang ancaman yang ditimbulkan oleh manusia yang
bodoh lagi bongkak. Mereka tetap teguh pendirian walaupun nyawa dihujung tanduk.
Subhanallah.
"Dan Kami teguhkan hati mereka ketika mereka berdiri lalu mereka berkata
"Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi ,kami tidak menyeru Tuhan selain
Dia, Sesungguhnya ,kalau kami berbuat demikian , tentu kami mengucapkan
perkataan yang sangat jauh dari kebenaran."
(Surah Al-kahfi :14)
al-ghuraba ini tidak bersedih dan tidak juga mudah putus harapan untuk
perjuangan ini. Walau ribut melanda, tetap mereka harungi jua berpegangkan
firman Nya yang bermaksud :
"Dan janganlah kamu berasa lemah dan janganlah kamu berdukacita, padahal
kamulah orang-orang yang tertinggi (darjatnya) , jika kamu orang yang
(sungguh-sungguh) beriman .
(Surah Ali Imran : 139)
Mereka ini berpegang kepada apa yang disampaikan oleh Rasul yang tercinta:
"Sampaikan olehmu walau satu ayat"
mereka ini menjadikan dakwah sebagai cara hidup mereka, bahkan seringkali
mereka mengungkapkan melalui perbuatan mereka bahawa dakwah ini umpama nyawa
mereka.
"Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepda
kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf dan mencegah dari yang mungkar. Dan
mereka itulah orang-orang yang beruntung."
(Surah Ali Imran :104)
Dan ingatlah teman-teman... Sebagai seorang pendokong dakwah, kita tidak
bermaksud untuk menjadi orang orang yang terasing dan mengasingkan diri kepada
masyarakat. Bahkan masyarakatlah patut kita masuki agar dakwah ini terus
berkemabang di muka bumi ini.
Namun kita tetap teguh pendirian kita terhadap segala perkara yang menjadi
kesukaan Allah dan perkara yang yang menimbulkan kemurkaan Allah.
Kita tidak takut untuk berkata "tidak" terhadap suatu perkara
walaupun ia telahpun menjadi suatu kebiasaan bagi seluruh manusia.Dan apa yang
kita takut seandainya manusia-manusia inilah yang akan mengheret kita ke dalam
api neraka dan menebus segala amal kita disebabkan kita tidak berdakwah kepada
mereka.
pada asalnya mereka al-ghuraba', yakni terpinggir dari masyarakat kerana
menyoroti apa yang pernah dilalui pada zaman permulaan Islam dahulu
Imam Muslim telah meriwayatkan dalam kitab sahihnya sebagai berikut:
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu berkata, Rasulullah ShallaLlahu 'Alaihi wa Sallam bersabd:
"Islam bermula dalam
keadaan (dagang) asing dan akan kembali menjadi asing sebagaimana ia bermula. Maka sungguh
bahagialah orang-orang asing itu."
Namun kita mestilah ingat dengan janji-janji Allah dalam Surah An-nur : 55
terhadap orang-orang yang beriman,
"Dan Allah telah berjanji kepda orang-orang beriman di antara kamu dan
mengerjakan amal soleh bahawa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka
berkuasa di bumi, sebagai mana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan
sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diredhai-nya untuk
mereka dan Dia akan benar-benar menukar (keadaan) mereka sesudah mereka berada
dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembahKu dengan tiada
mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku..."
http://islamkanjiwamu.blogspot.com/
Asalam alaykun,
BalasPadamIntroducing to you an Islamic University situated in Malaysia, it is called AL-Madinah International University, it is a University with modern innovative tool that gives benefit of learning to all Muslims across the World.
MEDIU has A'lim (a reach and Robotic software to access all your conversation with the University, Digital Library,e-learning, they offer both on-campus and on-line mode , so distance is never a problem. The field of study are in Information Technology, Engineering, Education, Islamiyah with very wide syllabus, Business and Administrative study......
You can learn more about the university at http://www.mediu.edu.my/